Taruhan Nyawa di Ketinggian 10.000 Kaki, Kisah Heroik Serma Edi Sutono Raih Sangkur Perak
14 April 2026
3 views
Dari langit biru yang membentang di ketinggian 10.000 kaki, terukir sebuah kisah kepahlawanan yang menggetarkan jiwa. Serma Edi Sutono, prajurit pilihan Korps Baret Merah Kopassus, melakukan penerjunan tandem dalam Latma DOLPHINE XVI bersama rekannya dari Filipina. Saat ketinggian menyusut drastis, bahaya mengancam: rekannya tak sadarkan diri di udara. Di detik-detik kritis itu, naluri penyelamat dan jiwa korsa dalam diri Serma Edi menyala-nyala.
Dengan keberanian yang melampaui batas, ia melakukan pengejaran di udara untuk mendekati rekannya. Dengan kecepatan tinggi dan waktu yang hampir habis, ia berhasil menarik payung utama sang rekan hingga mengembang. Namun, pengorbanannya belum berakhir. Untuk menyelamatkan nyawa orang lain, ia kehilangan ketinggian aman. Payung utamanya gagal mengembang sempurna. Dalam upaya darurat, ia menarik payung cadangan sebelum akhirnya menabrak pohon dan mendarat keras, menderita cedera kaki.
Atas aksinya yang penuh keteladanan dan pengorbanan luar biasa ini, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menganugerahkan Sangkur Perak, penghargaan tertinggi bagi prajurit berprestasi. Kisah Serma Edi adalah api yang tak pernah padam, membakar semangat setiap calon prajurit untuk siap bertaruh nyawa demi keselamatan rekan dan keberhasilan misi. Ia membuktikan bahwa nilai seorang prajurit sejati diukur dari kesediaannya untuk memberikan yang terbaik, bahkan ketika nyawanya sendiri menjadi taruhan. Inilah jiwa Kopassus! Inilah jiwa kesatria Indonesia!