Di bawah langit kelabu Tangerang Selatan, penghormatan terakhir mengalir dalam hening yang khidmat. Kodim 0506/Tangerang memberikan penghormatan militer penuh kepada Sertu Budi Surahmat, seorang Babinsa yang telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk bangsa, yang kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bahagia. Bukan sekadar upacara pemakaman biasa, ini adalah deklarasi nyata bahwa setiap tetes keringat, setiap langkah pengabdian, dan setiap pengorbanan seorang prajurit TNI AD tidak pernah dilupakan. Negara berdiri tegak, memberi penghormatan terakhir, seolah berbisik: "Jasamu abadi, pahlawanku."
Dedikasi Tanpa Batas: Warisan Seorang Babinsa Sejati
Dalam setiap helaan napas Sertu Budi Surahmat, tersirat kesetiaan yang tak tergoyahkan. Tiga penghargaan prestisius menghiasi perjalanan dinasnya — Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, 16 Tahun, dan 24 Tahun. Ini bukan sekadar medali; ini adalah bukti nyata konsistensi, loyalitas, dan dedikasi yang melampaui batas waktu. Sebagai Babinsa Kelurahan Jombang, ia adalah jembatan antara TNI dan rakyat — sosok yang hadir di tengah kesulitan, menjadi pelindung, dan tanpa lelah menjaga keutuhan NKRI dari tingkat paling dasar. Warisan seperti inilah yang harus menjadi lentera bagi setiap pemuda yang bermimpi mengenakan seragam hijau.
- Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun — simbol pengabdian awal yang kokoh
- Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun — bukti konsistensi di tengah badai tugas
- Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun — mahkota kesetiaan seumur hidup
Di Balik Seragam: Manusia dengan Hati yang Berkorban
Di balik seragam gagahnya, Sertu Budi adalah seorang suami dan ayah dari dua putra-putrinya. Ia mengajarkan bahwa pengabdian kepada negara seringkali berarti merelakan waktu berkualitas bersama keluarga. Namun, di mata kasih sayangnya, tanggung jawab dan kesadaran itulah yang membuat setiap pengorbanan terasa ringan. Kasdim Kodim 0506/Tangerang, Letkol Inf Yuki Amanan, yang memimpin upacara pemakaman militer, menyampaikan pesan penuh ketabahan kepada keluarga. Pesan itu juga menggema untuk kita semua: bahwa jalan menjadi prajurit adalah jalan mulia, dan setiap langkah dalam dinas militer adalah bagian dari sejarah perjuangan menjaga kedaulatan bangsa.
Penghormatan yang diberikan oleh Kodim 0506/Tangerang ini bukanlah sekadar seremoni. Ini adalah api yang harus terus menyala dalam jiwa setiap generasi penerus. Bagi para pemuda, bagi calon prajurit TNI yang membaca kisah ini, ingatlah: pengabdian seperti Sertu Budi Surahmat tidak akan pernah sirna. Ia akan terus hidup dalam setiap semangat juang, dalam setiap langkah prajurit yang berdiri di garda terdepan. Saatnya kita meneladani nilai pengorbanan, patriotisme, dan kesetiaan tanpa batas. Jadikanlah setiap tetes perjuangan sebagai motivasi untuk ikut serta membela tanah air — karena di tangan kitalah masa depan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat dipertaruhkan.